Hari minggu kemaren, saya pergi ke Divlat Telkom di Jl Gegerkalong. Untuk apa …?? Bukan untuk ngurus Kerja Praktek (mentang – mentang uda mau KP nih), tapi buat nonton kejuaraan bernama Telkom Open. Berangkat dari jam 1 dan baru pulang jam 7 malem, alhasil … ujian IB (Inteligensia Buatan) rada terlantar (untungnya masi bisa ngerjain tadi, biar aga pas2an pun
) Telkom open merupakan salah satu kejuaraan catur terkemuka di Indonesia, dan hari minggu kemaren adalah babak terakhirnya. Untuk tahun 2009 ini, kejuaraan ini diadakan dari tanggal 21 – 24 Mei, dan diikuti oleh berbagai pecatur di Indonesia (dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dll). Bagi pecatur yang belum memiliki gelar master, diwajjibkan untuk mengikuti babak kualifikasi yang diadakan tanggal 20 Mei, sehari sebelum babak utamanya dimulai. Sebetulnya, saya kemarin berniat ikut kualifikasi kejuaraan ini, sayangnya karena tanggal 20 Mei ada halangan (Beberapa Ujian Akhir Semester dan tugas – tugas yang menumpuk ), saya tidak jadi ikut kejuaraan ini
(walaupun ikut pun belum tentu lolos babak kualifikasi). Tapi sekitar 8 teman saya ikut kualifikasi, walaupun sayangnya hanya 2 yang berhasil lolos ke babak utama
.
- Suasana pertandingan Telkom Open 2009
- Ada yang mau beli buku catur??
Pertandingan babak terakhir pada papan atas berlangsung cukup sengit, sempat terjadi keributan pada partai yang berlangsung antara MI Tirta Chandra dan MN Sutan Aritonang, untungnya keributan tersebut dapat segera diselesaikan dan pertandingan keduanya pun berakhir dengan draw.
Selain dipenuhi dengan orang – orang yang bertanding catur, divlat Telkom di Gegerkalong juga dipenuhi oleh berbagai pedagang – pedagang, ada yang menjual peralatan catur (papan catur, jam catur), makanan, souvenir dari Bandung sampai ke buku – buku catur. Semuanya itu untuk memenuhi keinginan para peserta serta para pengunjung yang juga ingin berbelanja.
Kejuaraan yang diikuti lebih dari 300 orang ini akhirnya dimenangkan oleh MI (Master Internasional) Tirta Chandra, yang berhasil mengumpulkan poin 8 dari 9 babak pertandingan (pada pertandingan catur, sebuah pertandingan yang dimenangkan akan memperoleh poin 1, draw poin 1/2 dan kalah 0). MI Tirta memenangkan kejuaraan ini setelah memenangkan partai playoff melawan MN (Master Nasional) Sutan Aritonang, yang juga mengumpulkan poin 8, pada pertandingan catur kilat (5 menit waktu berpikir bagi tiap pemain).
Selamat buat MI Tirta Chandra atas kemenangannya, mudah – mudahan saya juga bisa mengikuti kejuaraan ini tahun depan
(kalau lolos kualifikasi
). Maju terus percaturan Indonesia. Gens Una Sumus.


Akhirnya parry nulis blog
Iya wil, akhirnya
smangat par…
moga berjaya di dunia percaturan..
ntar jangan lupa tutorin gw juga (*nah looh??)
hahahah…
Haha, thanks ya Mel